Hatiku bagai ruang
Tak beratap namun berpintu
Tak terbuka namun tak tertutup
Sebab jera berdesalan menghampiri
Ku putuskan membuka dengan perlahan
Biar daun jatuh berhamburan
Berantakan namun indah
Berterbangan namun terarah
Ku sebut ia pemulih jera
Tak ku minta namun selalu ada
Menjadi pengubah goresan luka
Kini menjadi gorensan cinta
Kamu adalah desah angin kala hujan
Mengarahkanku pada temu ketika rindu sudah tak berkawan
Memintaku menjadi aktor terbahagia
Kala ada pemeran baru yang selalu setia
Ku sebut cinta,
Pada banyaknya jera yang tak terduga
Kamis, 09 November 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Dream, Wake up, Prove It!
Di setiap kehidupan, Tuhan selalu memberi kesempatan kepada setiap manusia untuk bahagia. Definisi bahagia, salah satunya adalah dapat m...
-
Dunia baruku sudah ku mulai, jenjang kuliah dengan segala kesibukan baru, OSPEK, teman baru, kontrak kuliah, dan lain sebagainya. Aku tetap...
-
Sudah sepekan aku bersama Joshua. Keadaannya semakin hari semakin membaik. Joshua sudah diizinkan untuk dibawa pulang ke rumah. Joshua...
-
Pengibaratan bahwa cinta ibarat tanaman, semakin hari semakin tumbuh dengan sendirinya. Subur atau tidaknya tumbuhan itu, tergantung pada p...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar